Posts

Showing posts with the label Perang Kemerdekaan

Dampak Pertempuran Ambarawa Positif dan Negatif

Image
Dampak Pertempuran Ambarawa dapat kita ketahui setelah menganalisis peristiwa bersejarah ini lebih detail, baik dari buku-buku sejarah atau sumber lain di internet yang mudah kita cari setiap hari dan setiap saat. Dampak pertempuran Ambarawa dibagi menjadi dua, positif dan negatif. Pertempuran Ambarawa merupakan perlawanan pasukan militer Indonesia beserta rakyat terhadap pihak Sekutu, terjadi di Ambarawa, Jawa Tengah (dekat dengan Magelang dan Semarang). Dikenal dengan nama Palagan Ambarawa , peristiwa tembak-menembak antara pasukan Sekutu dan pejuang Indonesia pertama kali terjadi pada tanggal 23 November 1945, di pagi hari saat matahari mulai terbit. Salah satu dampak pertempuran Ambarawa adalah kegiatan ekonomi di wilayah tersebut terganggu, bahkan berhenti untuk sesaat. Lalu, apa sebenarnya latar belakang dari pertempuran ini? Dikutip dari wikipedia, pertempuran Ambarawa disebabkan karena pihak sekutu mempersenjatai tawanan Belanda yang telah dibebaskan. Padahal sebelumnya pi...

Dampak Agresi Militer Belanda 2

Image
Apa saja dampak Agresi Militer Belanda 2 (II) ? Setelah melakukan serangan besar-besaran dari tanggal 21 Juli 1947 hingga 5 Agustus 1947 melalui Operatie Product atau lebih kita kenal sebagai Agresi Militer Belanda 1 , pemerintah Belanda melalui pasukan militernya kembali melakukan aksi polisionil, menyerang wilayah Republik Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948. Aksi penyerangan kali ini bernama Operasi Gagak atau dalam catatan sejarah Indonesia disebut Agresi Militer Belanda 2. Fokus sasaran yang menjadi target utama adalah kota Yogyakarta (ibukota RI saat itu), dan wilayah lain di sekitarnya.  Serangan Belanda terhadap wilayah RI merupakan pelanggaran terhadap kesepakatan perundingan gencatan senjata melalui Perjanjian Renville yang telah disepakati pada tanggal 17 Januari 1948, dilakukan diatas kapal Belanda bernama USS Renville di Pelabuhan Tanjung Priok. Usaha pengepungan dan penguasaan Ibu Kota Republik Indonesia oleh Belanda tentu sangat berdampak buruk bagi kelangsunga...

Tujuan Agresi Militer Belanda 1

Image
Tujuan Agresi Militer Belanda 1 - Tujuan Belanda melakukan serangan terhadap RI yang dimulai dimulai sejak 21 Juli 1947 adalah untuk penghancuran Republik Indonesia. Tapi, untuk mencapai tujuan itu Belanda tidak bisa melakukannya secara sekaligus. Karena itu pada fase pertama Belanda harus mencapai sasaran sebagai berikut : Politik : Pengepungan Ibukota RI dan penghapusan RI dari peta (Menghilangkan de Facto RI) Ekonomi : Perebutan daerah-daerah penghasil bahan makanan (daerah besar di Jawa Barat dan Jawa Timur) dan bahan eksport (perkebunan di Jawa Barat, Jawa Timur dan Sumatera serta pertambangan di Sumatera. Militer Penghancuran Tentara Nasional Indonesia (TNI). Jika fase pertama dilakukan dengan baik, maka fase kedua yaitu penghancuran Republik Indonesia secara sempurna, akan dapat dilakukan. Lalu, berhasilkah Belanda mencapai tujuan pada fase pertama?  Ibukota Republik Indonesia saat itu terkepung oleh pasukan Belanda, sementara pelabuhan-pelabuhan penting dapat dikuasai. Men...

4 Pemimpin Pertempuran Ambarawa

Image
Siapa saja nama-nama pemimpin pertempuran Ambarawa? pertanyaan yang akan kita bahas pada artikel kali ini. Okeh, sebelumnya kita telah membahas Sejarah Pertempuran Ambarawa , mulai dari latar belakang, kronologi, strategi, akhir pertempuran dan dampaknya. Lengkap sekali kan? Nah, ada sub pembahasan menarik yang belum kita bahas, yaitu mengenai pemimpin pertempuran Ambarawa. Siapa saja pemimpin dari pihak Indonesia? Siapa saja pemimpin di pihak lawan? Tokoh dari kedua belah pihak tentu memiliki peran besar dari masing-masing negara. Berikut ini 4 tokoh pemimpin yang wajib kalian ketahui. Pemimpin Pertempuran Ambarawa  1. Letkol Isdiman Letnan Kolonel Isdiman merupakan pemimpin pasukan saat menghadang tentara Sekutu yang mencoba menguasai 2 desa di sekitar Ambarawa. Ia bersama pasukannya mencoba membebaskan kedua desa, tapi naas Letkol Isdiman gugur dalam pertempuran. Penyebabnya karena serangan udara dari pesawat Mustang Sekutu yang membombardir menggunakan senapan mesin. Lokasi Let...

Pemberontakan DI/TII Jawa Tengah dan Upaya Penumpasan

Image
Fatah adalah komandan Laskar Hizbullah di daerah Tulangan, Siduardjo, dan Mojokertodi Jawa Timur pada pertempuran 10 November 1945. Setelah perang kemerdekaan ia meninggalkan Jawa Timur dan bergabung dengan pasukan TNI di Tegal. Gerakan DI/Tll Amir Fatah muncul setelah Agresi Militer Belanda II, yang ditandai dengan diproklamasikannya NII di desa Pengarasan, tanggal 28 April 1949. Gerakan ini didukung oleh Laskar Hisbullah dan Majelis Islam (MI), yang merupakan pendukung inti gerakan, serta massa rakyat yang mayoritas terdiri dari para petani pedesaan. Kelompok-kelompok masyarakat tersebut memberikan dukungannya kepada DI/TII karena alasan ideologi, yaitu memperjuangkan Ideologi Islam dengan mengakui eksistensi Negara Islam Indonesia (NII). Amir Fatah merupakan tokoh yang membidani lahirnya DI/TII Jawa Tengah. Semula ia bersikap setia pada RI, namun kemudian sikapnya berubah dengan mendukung Gerakan DI/TII. Perubahan sikap tersebut disebabkan oleh beberapa alasan. Pertama, terdapat per...

Sejarah Pemberontakan PRRI Permesta

Image
Sejarah Pemberontakan PRRI Permesta - Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia merupakan tema sejarah yang akan kita ulas pada artikel kali ini. Sub tema meliputi latar belakang, proses pemberontakan dan upaya pemerintah dalam menghadapi PRRI atau bisa disebut sebagai Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia. Latar Belakang Gerakan PRRI Latar belakang munculnya gerakan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia meliputi ; Munculnya gerakan anti “Cina” di kalangan masyarakat. Gerakan ini muncul karena masyarakat menganggap orang Cina sebagai penguasa atau pemegang perekonomian. Munculnya rasa ketidakpuasan dan ketidak adilan yang dirasa oleh Sumatera dan Sulawesi. Hal ini disebabkan karena alokasi anggaran pembangunan yang diberikan oleh pemerintah pusat tidak sebanding dengan apa yang diberikan kepada pulau Jawa. Jadi pemerintah lebih menitik beratkan pembangunan di Pulau Jawa, sementara luar Jawa sedikit terabaikan. Partai politik saling bertentangan dan saling menjatuhkan. Muncu...